Perkuat Sinergi Cetak Sawah Rakyat Papua Pegunungan 2026, BRMP Papua Ambil Peran Strategis
Jayawijaya, 18 Februari 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua turut berperan aktif dalam Rapat Koordinasi Area of Interest (AoI) Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rapat Wakil Gubernur Papua Pegunungan sebagai bagian dari upaya pemantapan kesiapan lahan dan percepatan program cetak sawah rakyat.
Rapat koordinasi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Isak Yandi, S.E., M.M., dan dihadiri oleh Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Andy Wijanarko, S.P., M.P., Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram, S.IP., Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Dr. Aser Rouw, S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Yalimo Yesaya Alitnoe, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mamberamo Tengah Natalis Walela, S.Pt., M.M., perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Pegunungan Bintang Agus Tekege, perwakilan BPLIP Kelas I Jayapura Muhammad Nur, S.ST., M.P., Perkumpulan Pemakai Pengelola Air Provinsi Papua Pegunungan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran BRMP Papua dalam forum ini menjadi bagian dari dukungan teknis dan penguatan penerapan modernisasi pertanian di wilayah sasaran.
Dalam arahannya, Direktur Pemetaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Andy Wijanarko, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terkait pengembangan cetak sawah rakyat.
“Rapat koordinasi ini penting untuk memastikan kesiapan lahan, baik dari aspek teknis, spasial, maupun dukungan daerah, sehingga pelaksanaan cetak sawah rakyat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, Dr. Aser Rouw, menekankan bahwa percepatan program cetak sawah memerlukan strategi yang terukur dan kolaboratif. Menurutnya, upaya yang perlu dilakukan antara lain meminimalkan hambatan sosial budaya, memastikan tidak terjadi pemalangan, menambah jumlah alat dan tenaga kerja, serta meningkatkan jam kerja minimal tujuh jam per hari.
BRMP Papua juga menilai bahwa pengawasan pelaksanaan di lapangan, pemantauan capaian target harian, serta penyampaian laporan realisasi fisik secara berkala merupakan bagian penting dalam memastikan keberhasilan program cetak sawah rakyat.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam mendukung percepatan cetak sawah rakyat di Papua Pegunungan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan luas baku sawah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.